Oleh: Ades | Desember 29, 2008

For Everything

Apa kabar sobat-sobatku?

lama aku ga nulis di blog ini….udah lebih 2 bulan.

2 bulan ini yang terjadi banyak banget deh pokoknya, jadi males disebutin semua.

Dari yang baik ampe yang buruk.

Misalkan aku banyak mendapat pelajaran dari suatu hubungan yang sedang kujalani.

Buruknya, sifatku yang tidak baik muncul lagi [seperti biasa].

Apa dan bagaimana itu?

Kesadaran ini tidak muncul dari diriku sendiri, malahan dari orang-orang yang mengenalku.

Aku melupakan semuanya. Atau lebih tepatnya, aku melupakan semua. Seolah didunia ini hanya ada aku dan orang yang kupikirkan. Aku mengacuhkan teman, sahabat, dan yang lainnya. Bingung? Sama, aku juga. Tapi akan kucoba jelaskan.

Ada hal yang kusadari belakangan ini, bahwa Alhamdulillah aku terlahir dengan banyak yang orang yang menyayangi dan peduli padaku. Bukannya bermaksud sombong atau ke-PD-an, tapi setidaknya itulah yang kurasakan sampai sekarang. Bahkan aku pernah punya impian [sebenernya ga pantas disebut begitu], aku ingin sekali dimusuhi orang-orang. Dianiaya oleh Gank2 Putri [karena pada saat itu masa sekolah], karena aku ingin merasakan berkelahi dan melawan semua orang, baik secara fisik maupun kata-kata. Aku terbiasa menerima sikap baik dan positif dari orang-orang, ketika suatu hari aku merasakan sikap negatif berupa penolakan, amarah, dan ketidak pedulian, dsb ternyata itu sangat menyakitkan. Itu membuatku tidak lagi menginginkan perkelahian yang dulu pernah kuimpikan. Itu tidak menyenangkan dan menusuk hati rasanya. Sikap ramah dan riang yang sering kutunjukkan pada orang lain adalah refleksi dari keinginanku sendiri. Karena aku sangat takut bila dibenci, tidak disukai, atau tidak dipedulikan orang.

Ada yang mengatakan bahwa terkadang kita baru menyadari memiliki sesuatu setelah kita kehilangannya. Aku punya banyak orang yang peduli terhadapku, yang dengan sabar mendengarkan keluhanku,  mempercayakan padaku rahasianya, menyelipkanku diruang kecil hatinya, menganggapku sebagai teman atau saudara, memperhatikan dan mendo’akanku, atau yang sekedar membiarkan waktunya terbuang karena aku butuh teman ngobrol. Ya ampun, ada banyak mereka! Terkadang aku sadar walaupun seringkali pura-pura tidak tahu bahwa lewat mereka inilah Allah memberiku teguran, peringatan atas khilaf-khilafku, supaya aku ingat dan sadar. Tapi aku melupakan mereka, aku asyik dengan duniaku sendiri. Suatu saat dikala aku seorang diri barulah aku sadar kalau aku punya mereka. Tapi bagaimana bila saat itu mereka sudah tidak ada untukku karena kekecewaan mereka terhadap sikapku? Maka aku sangat rugi.

Yang menyayangiku, yang mencintaiku, yang menyukaiku, yang memperhatikanku, yang peduli padaku, yang mendengarkanku, yang memberiku teguran-kritik-saran, yang membenarkan salahku, yang melihatku dari kejauhan, yang berbagi denganku, bahkan semua yang membaca tulisan ini, Terimakasih sedalam-dalamnya dari hati ini. Sadar tidak sadar aku menerima banyak hal dari kalian. Semuanya begitu berarti buatku, sungguh terimakasih Allah mempertemukan aku dengan kalian semua via apapun.

THANK YOU for Everything!!!!!!!!!!!!!!!!!!

PS: For My Special One, “Let’s make us better :D Love U muach2″


Tanggapan

  1. Ratuuuuu jangan berubah aneh dong, tetap jadi diri sendiri kaya dulu.
    Ratu masih muda banget, masih banyak yang harus dilakuin *inget itu ya* :D

    Cari teman yang buaaannyyaakkk, asik loh kalo punya banyak teman.. ratu mestinya gampang dapat teman kalo ceria kaya dulu huhuhu dan kalo udah jangan lupain teman2 nya, menjalin tali silaturahmi sama teman2 berpahala juga lohhh :D

    psstt… katanya banyak teman banyak rejeki ^^


Beri tanggapan

Your response:

Kategori