Delinda’s Journal

Mengapa

Posted by: Deska on: May 5, 2009

mengapa semakin hari semakin berat melangkahkan kaki ini

menapaki terjal jalan kehidupan

mengapa mengapa mengapa

terkadang tiada yang dapat menjadi pelipur lara

tiada teman disaat sepi

“sepi dan sendiri aku benci”

Setiap orang adalah manusia-manusia kesepian yang butuh seseorang untuk menemaninya

Itukan alasan Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan?

terkadang seisi dunia tidaklah cukup untuk mengisi kekosongan hati

namun seseorang yang telah dipilih oleh-Nya untuk kitalah yang mampu mengisi kehampaan itu

dimana dimana dimana

dimana dia

Tuhan,

hilangkanlah kepedihanku

hapuskanlah air mataku

lenyapkanlah keraguanku

melalui dia…

Untuk yang t’lah lalu…

Posted by: Deska on: April 13, 2009

Walaupun waktu kini tak berpihak pada kita

Indahnya kebersamaan hanya sesaat kita rasakan

Namun kenangan itu tak terlupakan

Tentang hatiku yang selalu berdebar bila berada didekatmu

Entah mengapa, itulah adanya

Rasa itu mungkin terkubur

Saat jarak dan waktu memisahkan

Untuk itulah kutulis syair ini

Nyanyian hatiku untukmu

Sinarmu selalu hangatkan hati :)

Natsukashii hito…

Posted by: Deska on: March 10, 2009

Dah lama ga buka2 fesbuk. dah bnyk invitation aplikasi2 yg dah ga tau apa aja…Main approve2 friends aja, asal temennya udah jadi temenku ya di add.

Tiba-tiba aja mata tertuju ke sebuah nama… yang sudah lama…lama banget…ak gak dengar…apalagi berjumpa. Gak tertahankan, air mata pun mengalir. Ada yang membuncah dari dada ini.

おぼえた。。。昔のこと。。。なぜ、涙が流してもわからない。。。

A very dearest one for me.

Mengejutkan untukku. Hampir 9 tahun dan perasaanku masih sama. Padahal ak cuma anak kecil waktu itu, tapi ak sungguh sangat sayang dan mengaguminya… Sangat…

Dia yang tak pernah marah saat ak tidur dikelasnya pada jam pertama… dengan sabar dibangunkannya ak…

Ak ingat suaranya yang sungguh amat merdu yang memecah subuh…

Syahdu suaranya mengalunkan ayat-ayat cinta…hingga terisak-isak…

Hanya ia yang seperti itu… Sungguh indah bacaannya ditengah isakan tangis itu…

Sampai suatu hari ia harus pergi. Pulang ke pulau di sebrang sana…

Ak dan yang lainnya melepas dengan haru. Saat ak dan yang lain mulai menangis, dengan suara bergetar ia menyuruh kami untuk segera berhenti, karena ia jadi hampir menangis juga…

Setelah itu ia pernah berkunjung ke tempat kami lagi, namun rasanya waktu itu ak gak sempat ngobrol.

Ak masih ingat ini. Hari itu hari bersih-bersih di asrama. Ia dan wali kelasku sedang mendorong gerobak besar dilorong. Ak [yang amat sangat childish -> paling bontot 2 angkatan] minta naik kesana, dan didorong sepanjang lorong. Waktu itu senaaaang banget… Memang ada kenangan-kenangan menyakitkan disana… api sejauh ini yang paling sering teringat adalah yang menyenangkan… dan kenyataannya ak sungguh rindu dengan masa itu… Ak tidak tertarik untuk kita dapat kembali seperti dulu, tapi seandainya bisa. Aku ingin kembali ke masa itu dan melihat semuanya sampai akhir, karena begitu banyak hal yang terlupakan.

I miss those time……

Miss my friends, my teachers, my room, 2 Nenek di dapur, Pak Bahar, dll.

Walaupun sebentar lagi PUSKIB itu akan tidak ada lagi..

But our memories will remain forever…

Insan Kamil, Ma’hadi…My Beloved boarding school…

disanalah ak bertemu dengan orang-orang yang masih ada di hati sampai saat ini….

Terimakasih Ya Allah…

NB:miss mbakku jg ;-(

For Everything

Posted by: Deska on: December 29, 2008

Apa kabar sobat-sobatku?

lama aku ga nulis di blog ini….udah lebih 2 bulan.

2 bulan ini yang terjadi banyak banget deh pokoknya, jadi males disebutin semua.

Dari yang baik ampe yang buruk.

Misalkan aku banyak mendapat pelajaran dari suatu hubungan yang sedang kujalani.

Buruknya, sifatku yang tidak baik muncul lagi [seperti biasa].

Apa dan bagaimana itu?

Kesadaran ini tidak muncul dari diriku sendiri, malahan dari orang-orang yang mengenalku.

Aku melupakan semuanya. Atau lebih tepatnya, aku melupakan semua. Seolah didunia ini hanya ada aku dan orang yang kupikirkan. Aku mengacuhkan teman, sahabat, dan yang lainnya. Bingung? Sama, aku juga. Tapi akan kucoba jelaskan.

Ada hal yang kusadari belakangan ini, bahwa Alhamdulillah aku terlahir dengan banyak yang orang yang menyayangi dan peduli padaku. Bukannya bermaksud sombong atau ke-PD-an, tapi setidaknya itulah yang kurasakan sampai sekarang. Bahkan aku pernah punya impian [sebenernya ga pantas disebut begitu], aku ingin sekali dimusuhi orang-orang. Dianiaya oleh Gank2 Putri [karena pada saat itu masa sekolah], karena aku ingin merasakan berkelahi dan melawan semua orang, baik secara fisik maupun kata-kata. Aku terbiasa menerima sikap baik dan positif dari orang-orang, ketika suatu hari aku merasakan sikap negatif berupa penolakan, amarah, dan ketidak pedulian, dsb ternyata itu sangat menyakitkan. Itu membuatku tidak lagi menginginkan perkelahian yang dulu pernah kuimpikan. Itu tidak menyenangkan dan menusuk hati rasanya. Sikap ramah dan riang yang sering kutunjukkan pada orang lain adalah refleksi dari keinginanku sendiri. Karena aku sangat takut bila dibenci, tidak disukai, atau tidak dipedulikan orang.

Ada yang mengatakan bahwa terkadang kita baru menyadari memiliki sesuatu setelah kita kehilangannya. Aku punya banyak orang yang peduli terhadapku, yang dengan sabar mendengarkan keluhanku,  mempercayakan padaku rahasianya, menyelipkanku diruang kecil hatinya, menganggapku sebagai teman atau saudara, memperhatikan dan mendo’akanku, atau yang sekedar membiarkan waktunya terbuang karena aku butuh teman ngobrol. Ya ampun, ada banyak mereka! Terkadang aku sadar walaupun seringkali pura-pura tidak tahu bahwa lewat mereka inilah Allah memberiku teguran, peringatan atas khilaf-khilafku, supaya aku ingat dan sadar. Tapi aku melupakan mereka, aku asyik dengan duniaku sendiri. Suatu saat dikala aku seorang diri barulah aku sadar kalau aku punya mereka. Tapi bagaimana bila saat itu mereka sudah tidak ada untukku karena kekecewaan mereka terhadap sikapku? Maka aku sangat rugi.

Yang menyayangiku, yang mencintaiku, yang menyukaiku, yang memperhatikanku, yang peduli padaku, yang mendengarkanku, yang memberiku teguran-kritik-saran, yang membenarkan salahku, yang melihatku dari kejauhan, yang berbagi denganku, bahkan semua yang membaca tulisan ini, Terimakasih sedalam-dalamnya dari hati ini. Sadar tidak sadar aku menerima banyak hal dari kalian. Semuanya begitu berarti buatku, sungguh terimakasih Allah mempertemukan aku dengan kalian semua via apapun.

THANK YOU for Everything!!!!!!!!!!!!!!!!!!

PS: For My Special One, “Let’s make us better :D Love U muach2″

Otak Blank

Posted by: Deska on: October 19, 2008

*tarik nafas*

pergolakan dalam hati manusia itu rasanya lebih besar dan utama untuk di hadapi dan urus lebih dahulu…huff…susahhhh bgt…penyakit2 hati itu berbahaya banget, dan lengah dikid udah balik lagi..huhuhu…

Gw gak boleh iri hati atau apa! kalo gw mau begitu gw harus berusaha hehehe! tapi mungkin asiknya dari rasa iri hati *yang positip ye* adalah gw jadi lebih bersemangat dan ga mau kalah..walhasil gw jadi tau banyak, makasih banget buat dirimu hiks..*terharu*

Nah sekarang OOT

Gw ga tau sih apakah para kaum hawa lain mengalaminya juga. Tapi gw mengalami hal aneh, membingungkan sekaligus menyebalkan.

Saat berkumpul atau berjalan dengan para teman perempuan, gw bisa jadi orang yang kuat banget. Maksudnya gw pemberani gitu deh… Mau jurit malam kek, jalan di daerah rawan kek, gw berani-berani aja. Mungkin sebenernya ada juga rasa takut, tapi kalo ngelihat mereka n tau gw ga sendirian, gw jadi lebih berani gitu…n gw merasa mesti ngelindungin temen2 yang cakep2 ini…

TAPI semua itu langsung luluh dan ilang begitu gw bersama laki-laki. Gw heran, kemana keberanian gw yang pernah ada? Gw gak kalah kok ama yang namanya cowo. Mereka kadang malah ga bisa ngerti kita.

Tapi berdasarkan pengalaman gw, ketika bersama yang namanya laki-laki, secara gak sadar sifat udah berubah. Kata orang (apalagi cewe yang liat) jadi sok imut, baik gaya maupun tutur kata. Haishh gw juga ngerasa gitu…Padahal gw lebih suka terlihat kuat, macho, berani, cuek, berantakan dimata temen-temen…Makanya beberapa orang bilang kok gw beda… Masa gw harus menggantungkan hidup gw pada laki-laki yang justru paling potensial menyakiti perempuan? *halah*

Ada apa dibalik semua ini? Kenapa Allah SWT menciptakan perempuan utnuk lebih lemah dibanding laki-laki? Lebih lemah disini relatif sih…kalau dalam kasusku ya seperti itu tadi..

Dimana dong..gimana nih…

duh padahal tadi dah banyak yang dipikirkan untuk ditulis..tapi kok jadi blank ya…

gara2 laki-laki nih…*ga maksud menyalahkan tp jgn GR* tapi tetep aja menyebalkannnn untuk mengakui bahwa perempuan itu butuh lelaki ternyata…..arrrrgghhhh!

Almanak

July 2009
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Kategori

Gudang Arsip